Sunday, March 3, 2013

Rotifera


Rotifera

          1.      Pengertian Roifera
Rotifera berasal dari bahasa Latin yaitu rota yang berarti roda dan ferre yang berarti membawa. Jadi Rotifera dapat diartikan sebagai hewan yang memiliki roda di atas kepalanya jika dilihat dari mikroskop zooplankton. Rotifer merupakan salah satu pakan alami larva ikan yang digunakan para pembudidaya ikan. Rotifer termasuk kedalam filum invetrebrata yang lebih dan secara dekat dikaitkan dengan cacing gelang (nematoda).

Menurut  Mujiman (1978) dalam Julianty (1999), ciri-ciri rotifera mempunyai kisaran ukuran tubuh antara 50-250 mikron, dengan struktur yang sangat sederhana, ciri khas yang merupakan dasar pemberian nama rotifera adalah terdapatnya suatu bangunan yang disebut korona. Korona ini berbentuk bulat dan berbulu getar, yang memberikan gambaran seperti roda, sehingga dinamakan rotifera. 
Ada tiga kelas Rotifera yaitu (1) Seisionidea, (2) Bdelloidea, (3) Monogononta, kelas dimana terdapat Branchionus plicatilis, B. calyciflorus, dan B. rubens. Kelas Monogononta memiliki sirklus hidup partenogenetik yang terdiri dari fase seksual dan aseksual. Sebagian masa hidupnya berada dalam fase aseksual namun pada lingkungan tertentu kelompok ini dapat melakukan reproduksi seksual dan aseksual secara serentak. faktor-faktor yang menentukan jenis kelamin masih belum dipahami namun faktor makanan, tidak adanya stress fisiologis dan juga genetik memainkan peranan yang penting dalam hal ini.
Kista Rotifer dihasilkan selama fase aseksual dalam sirklus hidupnya. Kista rotifer melindungi embrio dengan menekan proses metabolisme sehingga mampu bertahan selam beberapa tahun. Kista yang dihasilkan hampir sama dengan besar telur yang dihasilkan melalui fase seksual. Namun bedanya mereka ditutupi oleh cangkang yang keras serta mereka dapat bertahan dalam lingkungan yang ekstrim. Ketika berada dalam lingkungan yang sesuai kista tersebut dapat menetas pada usia 24 atau 48 jam pada suhu 25◦C dengan pencahayaan yang cukup.

2.      Ciri dan Karakteristik Rotifera
Filum Rotifera memiliki beberapa ciri yaitu:
1. Habitatnya di air tawar atau air payau.
2. Struktur tubuh simetri bilateral
3. Hewan multiseluler.
4. Hidup bebas, soliter (sendiri), atau berkoloni (kelompok).
5. Bersifat filter feeder
6. Melayang dalam air
7. Anus di bagian dorsal.
8. Kecepatan renang rendah.
9. Tubuhnya transparan.

3.      Perkembangbiakan Rotifera
Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut (1995) menjelaskan bahwa Rotifera jenis Brachionus plicatilis mempunyai daur hidup yang unik. Dalam keadaan normal rotifera berkembang secara parthenogenesis (bertelur tanpa kawin). Brachionus plicatilis betina yang amiktik akan menghasilkan telur yang berkembang menjadi betina amiktik pula.
Namun dalam keadaan yang tidak normal, misalnya terjadi perubahan salinitas, suhu air dan kualitas pakan, maka rotifera betina yang amiktik tadi, telurnya dapat menetas menjadi betina miktik. Betina miktik akan menghasilkan telur yang akan berkembang menjadi Brachionus plicatilis jantan. Selanjutnya bila Brachionus plicatilisjantan dan Brachionus plicatilis betina miktik tersebut kawin maka betina miktik akan menghasilkan telur kista yang akan tahan terhadap kondisi perairan yang sangat jelek dan tahan terhadap kekeringan. Telur kista ini akan dapat menetas lagi apabila keadaan perairan telah menjadi normal kembali.







Sumber :
Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut (1995),
Darbohoesodo.(1977).Diktat Kuliah Taxonomi Avertebrata.Fakultas Biologi.Universitas Jendral Soedirman.Purwokerto
Kelompok Kerja Yayasan Studi Kurikulum Biologi.(1980). Saduran HIGH SCHOOL BIOLOGY BSCS-Green Version:PT.Gramedia,Anggota IKAPI
Romimohtarto,K dan S.Juwana.(1999). Biologi Laut. Ilmu Pengetahuan tentang biota laut. Puslitbang Oseonologi-LIPI .Jakarta
Setijanto.(2006).Avertebrata Akuatik.Universitas Jendral Soedirman.Purwokerto

No comments: