Monday, September 30, 2013

Waduk

Waduk


Menurut Subarijanti (1989), waduk adalah perairan berhenti atau menggenang yang terjadi karena dibuat oleh manusia dengan cara membendung sungai, kemudian airnya disimpan dan dimanfaatkan. Menurut ukurannya yaitu besar, sedang dan kecil, 

Pembuatan waduk pada umumnya bertujuan untuk irigasi, pembangkit listrik tenaga air, mencegah banjir dan untuk industri. Waduk yang demikian ini disebut waduk serbaguna. Ekosistem waduk mempunyai sistem terbuka yaitu pengaruh luar tidak bisa diatur dan dikontrol. Karena tepian waduk curam dan landai, maka perairan ini empunyai daerah litoral, limnetik, dan profundal. Karena waduk mempunyai aliran pengeluaran didasar, maka waduk sulit atau lama mengalami pendangkalan.

Ciri Waduk

Adapun ciri-ciri waduk antara lain adalah :
-       Tepian waduk                                     : curam dan landai
-       Kedalaman                                          : 30-100M
-       Draw-down (water level fluctuation)   : 5-25M
-       Pinggiran (periphery)                          : banyak teluk
-       Pergantian air (water retention time) : sering dan penuh
-       pasang surutnya dibandingkan dengan danau lebih besar

Menurut Barus (2002), berdasarkan daya tembus cahaya matahari kedalam lapisan air, dapat dibedakan antara zona fotik yaitu zona yang dapat ditembus cahaya matahari dan zona afotik, yaitu zona yang tidak dapat ditembus cahaya matahari.


Waduk merupakan salah satu perairan umum yang merupakan perairan buatan (artificial water-bodies), dibuat dengan cara membendung badan sungai tertentu (Wiadnya,1994). Pembuatan waduk pada umumnya bertujuan untuk sumber air minum, PLTA, pengendali banjir, pengembangan perikanan darat, irigasi dan pariwisata. Waduk  demikian disebut dengan waduk serbaguna (Ewusie, 1990). Ekosistem perairan waduk terdiri dari komponen biotik,seperti ikan, plankton, macrophyta, benthos dan sebagainya yang berhubungan timbal balik dengan komponen abiotik seperti tanah, air dan sebagainya.



sumber :
Ewusie, I. Y. 1990. Pengantar Ekologi Tropika. Institut Teknologi Bandung. Bandung
Wiadnya,D.G.R. 1994. Bahan Referensi Kuliah Analisis Laboratorium Tanah dan Air. Fakultas Pasca Sarjana Jurusan PTA Universitas Brawijaya. Malang.
Subarijanti, H. U. 1989. Pengantar Praktikum Limnologi. Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya. Malang.
Barus, T.A. 2002. Pengantar Limnologi. Jurusan Biologi FMIPA. USU. Medan.

No comments: